> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://kriptohub.gitbook.io/hub/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://kriptohub.gitbook.io/hub/dasar_dasar/blockchains/perbandingan_blockchain_dan_database_tradisional.md).

# Perbandingan Blockchain dan Database Tradisional

Blockchain dan database tradisional (bank konvensional) adalah dua teknologi yang digunakan untuk menyimpan data, namun memiliki cara kerja dan kegunaan yang berbeda. Untuk memahami perbedaannya, mari kita bandingkan keduanya dalam beberapa aspek kunci.

## Struktur Penyimpanan Data

**Database Tradisional:**

* **Struktur:** Bayangkan sebuah lemari berisi buku catatan dengan banyak laci. Setiap laci berisi banyak dokumen yang bisa diubah, dihapus, atau ditambahkan kapan saja. Data disimpan dalam tabel yang terorganisir berdasarkan baris dan kolom.
* **Akses:** Hanya orang-orang tertentu yang memiliki kunci laci yang bisa mengakses dan mengubah dokumen di dalamnya.

**Blockchain:**

* **Struktur:** Bayangkan sebuah buku catatan yang setiap halamannya terhubung satu sama lain dengan rantai. Setiap halaman adalah blok yang berisi kumpulan transaksi. Setelah halaman ini penuh, ia ditutup dengan kunci kriptografi dan halaman baru dimulai.
* **Akses:** Semua orang di jaringan memiliki salinan buku catatan ini, dan setiap perubahan harus disetujui oleh mayoritas.

## Desentralisasi vs Sentralisasi

**Database Tradisional:**

* **Sentralisasi:** Dikelola oleh satu entitas atau organisasi. Semua data tersimpan di server yang dikontrol oleh pihak tersebut. Misalnya bank-bank seperti BCA, BRI, dan bank-bank lainnya.
* **Kontrol:** Pemilik database memiliki kontrol penuh atas siapa yang dapat mengakses dan mengubah data.

**Blockchain:**

* **Desentralisasi:** Tidak ada satu entitas pun yang mengontrol seluruh jaringan. Semua pengguna di jaringan memiliki salinan yang sama dari seluruh data.
* **Kontrol:** Setiap perubahan harus disetujui oleh mayoritas pengguna dalam jaringan, membuatnya lebih sulit untuk dimanipulasi.

## Transparansi

**Database Tradisional:**

* **Transparansi:** Tidak semua data dapat diakses oleh publik. Transparansi bergantung pada kebijakan pengelola database. Seperi di awal, jika transfer di BCA yang tau hanya orang BCA.
* **Aksesibilitas:** Hanya pengguna yang diizinkan yang dapat mengakses data tertentu.

**Blockchain:**

* **Transparansi:** Semua transaksi dapat dilihat oleh semua pengguna di jaringan. Ini menciptakan transparansi yang tinggi.
* **Aksesibilitas:** Siapa saja yang memiliki akses ke jaringan dapat melihat seluruh riwayat transaksi.
